"Sometimes people come into your life and you know right away that they are meant to be there; they serve some sort of purpose, teach you a lesson, or help you figure out who you are." (Lindsay Russo)
(image from tumblr.com)
Dalam hidup ini kita pasti selalu butuh orang lain. Entah itu untuk berbagi, bertukar pikiran atau sekedar saling mendukung satu sama lain. Karena itu, setiap orang pasti membutuhkan sahabat. Persahabatan itu terbentuk dengan sendirinya, mengalir, karena ada suatu kecocokan dan kesamaan antara dua orang atau lebih. Dan itulah yang terjadi para kami, para pemenang Notes From Qatar Limited Edition Dinner. Kami, bersepuluh, dipertemukan dalam satu tempat, hanya dalam waktu dua jam. Tapi waktu yang sangat singkat itu ternyata mampu mempersatukan kami, membuat kami menjalin suatu ikatan, yaitu persahabatan. Entah bagaimana ini dimulai, tapi yang pasti kami merasa bahwa kami telah saling mengenal lebih dari hanya sekedar dua jam...
***
Kurang lebih dua minggu yang lalu, Faris, salah seorang peserta NFQLE, mengabarkan kalau visanya untuk tinggal dan melanjutkan kuliah di Jerman sudah di approve. Jadi, akhir April ini sudah dipastikan Ia harus segera terbang ke Jerman. Karena itu, Faris mengajak kami, para peserta NFQLE, untuk bertemu lagi, sekedar reuni dan mengucapkan salam perpisahan dengan nya (dadaaah Fariiis..huhuhu..). Rencananya kami akan bertemu pada tanggal 7 atau 8 April yang lalu. Setelah mengobrol panjang lebar di Group Facebook, entah mengapa tiba-tiba yang punya hajat, si adik Faris, menghilang bagai ditelan bumi. Yasudahlah, nampaknya memang harus reschedule lagi sampai si yang punya hajat ini menampakan batang hidungnya.
Nah, beberapa hari setelah gagalnya pertemuan kami, tiba-tiba Nhae mengabarkan kalau Faris akhirnya muncul! Alhamdulillah... Mulailah kami menentukan jadwal pertemuan. Awalnya kami memutuskan untuk bertemu di salah satu mall di Jakarta, kemudian hang out bareng entah itu makan, karaoke, atau apapun itu. Dan semuanya Faris yang menanggung, dari mulai transport sampai makan-makannya hahaha.. (Emang ini cewe-cewe gak tau diri semua ya, mentang-mentang brondong ya haha..). Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu pada hari Sabtu 14 April. Kemudian Faris dengan cantiknya berinisiatif untuk mengajak kami berkunjung ke rumah Ka Assad, agar bisa bertemu Kak Assad sekaligus dengan orang tuanya sehingga bisa mendapat banyak wejangan juga dari beliau berdua (ck, ini sih pasti cuma akal bulus nya Faris aja biar gak jadi traktir haha.. teruuuus ini anak juga ngajaknya gak kira-kira, masa mau ke rumah orang datengnya malem-malem, disangka mau numpang nginep nanti hehe..) Tadinya saya agak bingung juga kalau harus ke Bekasi, lumayan jauh dari Bogor. Apalagi itu adalah hari Sabtu, hari dimana seharusnya saya mengajar di Sekolah Bersama. Tadinya hampir berniat untuk tidak ikut. Tapi sayang juga kalau tidak jadi bertemu Faris sebelum dia ke Jerman, kalau dengan yang lain saya yakin masih bisa kapan saja.
Nah, berhubung beberapa hari sebelum itu saya sempat melihat twitter Kak Edgar dan Kak Assad yang mengatakan kalau hari Sabtu akan ada acara book signing dan talk show Notes From Qatar 2 di Gramedia Depok, maka saya berinisiatif untuk mengajak mereka ke sana. Akhirnya, semua setuju. Good, Depok sih deket banget, wilayah jajahan semasa kuliah kemarin. Memang kalau niatnya baik untuk bersilaturahmi pasti selalu ada jalannya ya.
Akhirnya kami memutuskan untuk menentukan tempat bertemu. Kak Siti, Shanty dan Nhae dijemput Faris di Pejaten Village. Deta langsung menyusul ke Gramedia Depok. Sedangkan saya, Helda dan Talitha langsung bertemu di Margo City. Kami sudah ada di sana sejak pukul 2 siang dan sempat melihat talkshow dari Bunda Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa. Alhamdulillah, dapat ilmu dari dua kakak beradik yang juga penulis kondang dengan bukunya yang sudah best seller dimana-mana. Nah, setelah dari Margo City, sekitar jam 3 siang, kami memutuskan untuk segera beralih ke Gramedia Depok karena rombongan Faris dan kawan-kawan juga katanya sudah sampai di sana. Tapi sebelum bertemu Faris, saya berinisiatif untuk membelikan sesuatu untuk nya, supaya bisa jadi kenang-kenangan selama dia di Jerman. Akhirnya saya dan Helda memutukan untuk memberikan adik kami ini Al-Qur'an kecil dan sebuah buku tentang Nabi Muhammad saw. Harapannya adalah supaya Faris masih bisa tetap berada di jalan yang lurus selama di Jerman nanti dan pulang ke Indonesia bisa sukses serta berkarakter seperti Nabi Muhammad saw, amiiin. Berat ya ? hahaha.. Ayo, Faris pasti bisa ! Kita kirim doa dari sini buat kamu.. :)
Oiya, Talitha juga sudah menyiapkan foto kami saat dinner, yang sudah dibingkai rapih. Alhamdulillah, ternyata berguna juga buat Faris karena bisa mengobati kegalauannya yang sedang bingung akan memajang foto siapa disana nanti hahaha.. (puk puk Faris, jangan galau ya dek :p)
Oiya, waktu sampai di Gramedia Depok, kami sempat terpisah juga dengan rombongan Faris dan kawan-kawan. Entah mereka ada dimana. Akhirnya saya, Helda dan Talitha terjebak untuk duduk anteng menyaksikan talk show, sementara yang lainnya ternyataaaa... ngumpet!
Begitu talk show selesai, akhirnya kami bertemu dan langsung hebohlah suasana Gramedia Depok diguncang oleh kami. Ditambah lagi ada ulah Nhae yang ternyata meng-candid Kak Assad yang baru turun dari mobil, dari mulai membuka pintu mobil, keluar, sampai berjalan hahahaha.. Saya tertawa sampai sakit perut melihat ulah Nhae.
Kak Assad saat Talk Show

Alhamdulillah bisa mendapat ilmu lagi secara langsung dari talk show Kak Assad ini. Salah satu ilmu yang melekat lagi di kepala saya yaitu tentang cara membuat networking dengan orang-orang hebat. Baiklah, saya akan share ilmu yang saya dapat di sini ya. Jadi, cara Kak Assad untuk berteman dengan orang-orang itu adalah dengan berkenalan secara langsung. Kak Assad selalu mendatangi event-event yang berhubungan dengan passion nya dan pada event itu tentu akan banyak orang professional yang datang. Maka, Kak Assad memanfaatkan moment itu untuk berkenalan, kemudian meminta contact mereka. Saat pertemuan pertama, biasanya contact yang didapat adalah e-mail. Meski hanya e-mail, cobalah kirim ucapan terima kasih dan ingatkan pada orang itu kalau beberapa waktu yang lalu sempat bertemu. Nah, cara ini bisa diulang hingga ke pertemuan berikutnya, buat supaya orang itu akhirnya aware dengan kita. Tapi ingat, jangan membuat orang-orang itu jadi merasa terganggu ya. Buat agar mereka merasa nyaman dan akhirnya mau berteman dengan kita. Wow, very good advice !
Peserta NFQLE dan Muhammad Assad
Faris Gibran - Dara Pratiwi - Deta Apritantia -
Octavina Gerhana - Iis Helda - Kak Muhammad Assad - Talita Zahrah - Kak Siti Badriyah - Shanty Handayani
Sayang, Habyb dan Kiki tidak bisa ikut, jadi kami tidak lengkap bersepuluh. Insya Allah next time yaa :)
Setelah pertemuan di Gramedia, kami semua diajak dinner lagi oleh Kak Assad dan Kak Edgar. Padahal harusnya ini acaranya Faris. Ya, mungkin ini rezeki juga buat kami, terutama Faris.
Oiya, saat di perjalanan pulang, kami semua sempat memberikan wejangan-wejangan untuk Faris, saya coba rekap ulang di sini ya, khusus buat Faris nih, biar gak lupa..
1. Jangan pernah meninggalkan shalat 5 waktu, kalau bisa tambah dengan solat duha dan tahajud juga ya..
2. Jangan lupa baca Al-qur'an dan artinya, kalau bisa setiap hari dan rutin
3. Jangan makan makanan dan minuman yang haram
4. Kalau lagi galau kesepian, nulis! hehehe.. Atau contact kita aja yang always available via bbm, twitter, facebook or anything else. And remember, kamu gak akan pernah sendirian Faris, ada Allah yang selalu menemani dimana pun dan kapan pun.
5. Sibukan diri dengan ikut organisasi yang bermanfaat
6. Kembangkan diri seluas mungkin, contoh juga cara Sandhi Sandoro waktu di Jerman dulu
7. Hati-hati dengan pergaulan di sana, jangan sampai terjerumus ke arah yang salah
8. Hati-hati juga dengan perempuan-perempuannya ya, godaannya dasyat loh itu hehe
9. Banyak berteman dengan orang-orang yang mengajak ke arah positif
10. Pulang ke Indonesia nanti harus menghasilkan sesuatu dan jadi orang yang bermanfaat untuk bangsa dan agama ya, amiiin
11. Ada yang kurangkah ? tolong ditambah kalau ada yang kurang hehe..
See you next time Faris! Kalau kami ada rezeki dan bisa main ke Jerman, tolong jadi guide yang baik ya hehe..
Alhamdulillah, senang rasanya bisa bersahabat dengan teman-teman NFQLE ini. Kami punya banyak kesamaan, sama-sama bergerak ke arah yang positif, saling mendukung, dan punya visi misi yang sama untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang.
"But friendship is precious, not only in the shade, but in the sunshine of life, and thanks to a benevolent arrangement the greater part of life is sunshine." (Thomas Jefferson)
-cheers-
Dara