JFFF 2012 : Anne Avantie - A Tribute to Titiek Puspa

. Tuesday, May 22, 2012
1 comments

Yeay, it's time for Jakarta Fashion Food and Festival 2012 !
"Matahati Persembahan Kasih Untuk Titiek Puspa"
by Anne Avantie
20 May 2012 at Harris Hotel Kelapa Gading

Setelah mengangkat tema budaya Tionghoa pada JFFF tahun lalu yang dipersembahkan khusus untuk Robie Tumewu, pada JFFF tahun ini Anne Avantie memilih tema fashion show yang dipersembahkan khusus untuk seorang maestro di dunia seni Indonesia yang namanya sudah tidak asing lagi, siapa lagi kalau bukan Titiek Puspa. Beliau adalah seniman yang hidup pada 4 generasi dan telah melahirkan berbagai karya yang luar biasa, baik itu dalam dunia tarik suara, perfilman, dan masih banyak lagi. Beliau adalah seorang wanita luar biasa yang memiliki dedikasi tinggi pada passion nya di dunia seni dan tidak pernah lekang termakan oleh waktu.


The Back Stage 
The gorgeous and beautiful Artika Sari Devi, Putri Indonesia 2004.
make up by my auntie, Januarita Setiawati (Janis Wedding Bogor)


Astrid Tiar

After make over! Makin cantiik yaa ^^

The rempomg-ness at back stage! wohhoo...


Ayoo tebaak, ini model-model jaman kapan coba ? hehehe.. 
Oiya, lihat deh modifikasi kostumnya. Kebaya yang menjadi ciri khas asli Indonesia dipadukan dengan bawahan rok model tahun 70-80an. Lucu yah.. Ini menandakan kalau kebaya yang asli Indonesia ini gak hanya bisa dipadukan dengan kain tok, tapi bisa kita modifikasi dengan berbagai model, sesuai dengan selera kita masing-masing. Hidup budaya Indonesia! 
Naah, kalau yang ini pure kebaya yang dimodifikasi dengan payet dan berbagai aksen tumpuk lainnya. Cantik-cantik banget kan jadinya ? Seneng deh liatnya yaa. Tapi kalau saya disuruh pake yang kaya gini.. hmm.. kayanya mikir seribu kali deh hahaha.. Gak cocok di badan saya hehehe :p



Kimmy! Agyness Deyn nya Indonesia hehe..

Nah, ini dia yang punya hajat, the most inspiring woman of the year, Bunda Anne Avantie!
Gak ngerti lagi deh kenapa beliau ini bisa merancang baju sebegitu indahnya, sampai speechless saya setiap liat karya-karya beliau. Mungkin saya bisa bilang beliau ini adalah Alexander McQueen versi Indonesia ya haha... Oiya, selain talenta nya yang luar biasa, beliau juga sangat rendah hati dan jiwa sosial nya luar biasa. Pokonya Bunda Anne kereeen!


Yeaay, it was 8pm! Aaand the show was started! 
Yap, Show nya Anne Avantie itu gak pernah dibuat "biasa", pasti selalu luarrr biasa! Ditambah lagi model yang mengenakan baju rancangan beliau pasti model-model papan atas dan artis-artis ternama. Dan satu hal sih yang paaaling saya suka dari show beliau yaitu always full of stories! Ya, selalu ada cerita disetiap show nya dan itulah yang membuat saya betah melihatnya. Ibarat menonton teater tapi dalam versi yang lebih cantik lah ya hehe.. Because i love teater! 
( maklum, mantan pemain teater waktu zaman smp-sma hahaha.. :p )
 APPMI and people behind the show

( Anne Avantie-Linda Sari Gumelar-Titiek Puspa )
Ibu Linda Sari Gumelar yang memberi sambutan untuk show kali ini


Nah, ini dia show pertama. Dimulai dengan munculnya oma-oma yang masih cantik-cantik dan enerjik hihihi...


 Stress mode on hahaha..
Lela Sari dan Hudson (back)
Irvan Hakim, Ayu Dewi, Asri Welas (front)

Nah, kalau yang ini versi elegan nya..



So pretty and marvelous, right ? Yap, I love the colors! sooo me hehe..

And this is me with beautiful Kak Artika Sari at back stage! She's really nice, i love her! hihi..
Finish! 
I called it A Day in Gading haha.. from morning till night, soo tired but fun!

Another Inspiration

. Monday, May 07, 2012
1 comments

Have you ever been at sea in a dense fog, when it seemed as if a tangible white darkness shut you in and the great ship, tense and anxious, groped her way toward the shore with plummet and sounding-line, and you waited with beating heart for something to happen ? I was like that ship before my education began, only I was without compass or sounding line, and no way of knowing how near the harbour was. "Light! Give me light!" was the wordless cry of my soul, and the light of love shone on me in that very hour.
-Helen Keller-

Hari Minggu kemarin, pagi-pagi sekali saya sudah meluncur dari rumah menuju salah satu gedung yang bertempat di kampus IPB Darmaga untuk kembali 'mengambil' ilmu dari beberapa orang yang selama ini selalu menginspirasi saya. Ya, salah satunya adalah Bapak Anies Baswedan. Beliau adalah motivator utama yang membuat saya begitu menggebu-gebu ingin merasakan menjadi seorang pengajar. Beliau terkenal dengan salah satu program nya yang luar biasa yaitu Indonesia Mengajar. Pertama kali saya mendengar nama Indonesia Mengajar melalui salah satu program acara di sebuah stasiun televisi. Acara itu membahas mengenai segala kegiatan yang dilakukan oleh para Pengajar Muda yang dikirim ke pelosok-pelosok negeri. Ditambah lagi, salah seorang yang diwawancara saat itu adalah senior saya sejak SMA hingga kuliah, Kak Patria namanya. Dari situ saya semakin terinspirasi, saya ingin bisa berbuat sesuatu untuk negara ini, sama seperti para pengajar muda itu. Waktu itu saya sempat berpikir untuk mendaftarkan diri ke Yayasan Indonesia Mengajar setelah lulus kuliah. Namun, niatan itu harus saya urungkan, karena kedua orang tua saya ternyata tidak mengizinkan anak perempuannya ini untuk mengajar hingga ke daerah pelosok seperti itu. Sedih juga awalnya. Tapi yasudahlah, ternyata Allah memang punya kehendak lain. Alhamdulillah, Allah menuntun saya untuk bertemu dengan anak-anak di Sekolah Bersama. Ya, kemudian saya juga berpikir lagi, mungkin lebih baik saya mencoba memperbaiki keadaan di sekitar terlebih dahulu baru setelah itu lebarkan sayap ke tempat lain.

Pada seminar kemarin, Bapak Anies Baswedan lagi-lagi banyak memberi saya inspirasi. Beliau juga berbagi ilmu mengenai cara-cara mengajar yang baik dan benar. Alhamdulillah arahan dari beliau ini sangat membantu sekali, apalagi bagi saya yang masih awam dengan dunia mengajar. Jujur, kadang frustasi juga  ketika mengajar namun tidak mengerti teknik dan cara-cara mengajar yang baik dan benar, bagaimana caranya menarik anak-anak itu agar mereka punya semangat untuk belajar, semangat meraih cita-cita mereka. Maka dari itu sempat terbesit dipikiran saya untuk mengambil kuliah lagi di jurusan psikologi anak. Tapi untunglah sekarang teknologi juga sudah semakin modern ya, kita bisa belajar berbagai hal dari manapun.

 Sayang gambarnya agak gelap karena pencahayaan di ruang seminar kurang memadai. Dan lebih disayangkan lagi saya tidak sempat berfoto dengan beliau karena beliau sudah harus pergi untuk menghadiri kegiatan lain. Sedih huhu..
"Terserah orang lain mau berkata apa, tapi kami disini berkarya nyata, dan sedang menepati janji sebagai bangsa negara."
Anies Baswedan

Selain Pak Anies, ada dua orang pengajar muda yang juga mengisi seminar ini. Kedua orang ini juga banyak berbagi mengenai pengalaman mereka mengajar. Dan ya, lagi-lagi kami para pengajar di Sekolah Bersama mendapatkan banyak insight baru, seperti cara menghadapi anak murid yang terlalu hiperaktif dan tidak bisa diam, cara menangani anak-anak yang menjadi korban kekerasan dari orang tua mereka, cara menangani anak-anak yang masih diharuskan bekerja dan masih banyak lagi. Luar biasa para pengajar muda ini. Andai orang tua saya mengizinkan, mungkin sekarang saya sudah sudah ada di pelosok Indonesia ya. Itu pun kalau lolos seleksi sih hahaha...

Satu pembicara lagi yang benar-benar membuat saya sangat terksima, terkagum-kagum dan tidak bisa memalingkan mata dan pendengaran saya, Bang Dik Doank. Ya, beliau ini seniman yang sangat luaaaaar biassaaa. Saya benar-benar tersihir dengan kata-katanya, filosofi seni sosial dan religi yang dijadikan satu, sarat akan makna yang membuat kita berpikir lebih dalam. Seniman yang satu ini juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Hidupnya ia dedikasikan untuk masyarakat luas dan kegiatan sosial.


"Rasa, jadilah seseorang yang memiliki rasa. Karena rasa itu adalah nurani. Nurani itu adalah nur. Nur adalah cahaya di dalam hati. Dan Nur itu berasal dari Ilahi. Ilmu, ilmu adalah cahaya, cahaya yang dapat menerangi kegelapan. Jika kau membawa ilmu mu, menyebarkan ilmu mu, berarti kau telah menyebarkan cahaya hati, Nur Ilahi..." 

"Jangan membuat orang-orang di sekitar mu mencintai mu karena kecantikan atau ketampanan mu, sungguh kecantikan dan ketampanan itu akan pudar termakan usia. Ketika itu menghilang, orang-orang akan melupakan mu. Buatlah orang-orang di sekitar mu mencintai mu karena wajahmu yang memancarkan mahkota cinta..."

"Orang cerdas itu memiliki nilai yang telah menjelma pada dirinya, yaitu kemaslahatan bagi orang banyak..."


Pak Anies Baswedan dan Bang Dik Doank kembali menjadi inspirasi bagi saya. Kedua orang ini memiliki dedikasi yang sangat besar bagi dunia pendidikan untuk anak-anak yang kurang beruntung di Indonesia. Ya, mereka benar-benar memberikan saya semangat. Saya ingin menjadi seseorang yang ikut berkontribusi bagi negara ini ketimbang hanya duduk diam sambil mencaci maki pemerintah tanpa ikut memberikan solusi.
"Lebih baik menyalakan lilin, dari pada mengutuk kegelapan." 

Ya, mudah-mudahan suatu hari nanti saya bisa membuat sesuatu yang manfaatnya lebih luas lagi, sama seperti apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang selalu menginspirasi saya ini. Amiiin...

-Cheers- 
Dara



Next Destination, Maybe London ?

. Saturday, May 05, 2012
2 comments


Entah kenapa saya begitu jatuh cinta dengan sesosok kota yang bernama London. Kota kedua yang paling ingin saya kunjungi setelah Mekah. Sewaktu kuliah dulu pun saya sempat berpikir ingin melanjutkan kuliah S2 di London melalui jalur scholarship, bahkan sudah ada beberapa universitas yang menjadi incaran saya,  dan amunisi untuk bertempur meraih scholarship itu pun sudah mulai saya siapkan satu persatu. Tapi sepertinya niatan saya untuk melanjutkan S2 ini harus ditunda dulu. Pertama, karena orang tua saya yang tidak mengizinkan saya melanjutkan S2 sebelum saya bisa memenuhi satu persyaratan dari mereka. Buat saya persyaratannya agak berat, jadi yasudahlah saya urungkan niat saya untuk melanjutkan S2 diluar hehe.. (payah kau dar, haha). Kedua, saya ingin segera memfokuskan diri pada bidang yang menjadi passion saya. Bicara soal passion, saya memang memiliki banyak passion. Saya pun kadang sering bingung sendiri mau fokus pada bidang apa (dasar anak labil hehe..). Makanya saya senang mencoba berbagai hal sampai saya bisa mengatakan "Ya, ini yang gue cari !". Ketiga, sepertinya saya memang harus tetap tinggal di Indonesia karena Allah telah mempetemukan saya dengan passion saya yang sebenarnya, yaitu dunia anak dan pekerjaan baru saya yang Insya Allah akan segera dimulai pada awal bulan Juni nanti.


Kembali ke London. Kalau melihat berbagai informasi tentang London, rasanyaaaa... Huaaah, pingiiiiin banget melewati empat musim disana. Terlalu banyak juga tempat yang ingin saya kunjungi, Tower bridge, Eyewitness, Big Ben, Kew Gardens, Bloomsbury, Oxford Street, Trafalgar Square, Downing Street, museums dan maaasih banyak lagi. Arsitektur kota London juga terlalu cantik dan romantis. Mengumpulkan foto dan membuat lukisan-lukisan abstrak disana sepertinya sounds good ya. Gak hanya London, tapi saya juga ingin berpetualang meng-explore berbagai lokasi menarik lainnya di Inggris, seperti Stonehenge, Chartsworth House, Lake Windermere, Portmeirion, The Eden Project dan jugaaa... menonton Liga Inggris secara langsung ! hahaha.. Yes, i love Premier League ! Meskipun sekarang ini saya sudah lumayan jarang mengikuti pertandingan sepak bola, entah mungkin karena sekarang sisi feminin saya yang lebih dominan, sejak kecil saya selalu bercita-cita ingin bisa menonton Premier League langsung.  Ah, yasudahlah, saya berpikir, someday saya pasti bisa kesana tanpa harus melalui jalur scholarship. Mungkin nanti saya bisa dapat kesempatan berlibur dalam waktu yang cukup lama di sana ? Atau tiba-tiba menang undian berhadiah tinggal di London ? Atau mungkin saya bisa dapat kesempatan untuk bekerja disana ? Atau mungkin Allah nanti mempertemukan saya dengan seorang pria keturunan Inggris yang akan menjadi jodoh saya dan kemudian membawa saya untuk tinggal disana ? hahaha.. :p 
Tapi meskipun someday saya bisa mendapat kesempatan untuk tinggal di London, Indonesia masih tetap menjadi negara utama buat saya. Banyak cita-cita yang ingin saya wujudkan di negara ini, salah satunya adalah untuk dunia pendidikan anak-anak.


Kembali berbicara tentang passion. Ya, beberapa hari yang lalu saya baru mendapat kabar bahwa mulai awal Juni nanti saya sudah harus mulai bekerja di suatu perusahaan yang baru saja resmi didirikan. Pekerjaan ini pun datang begitu saja, sang CEO yang langsung memberi tawaran pekerjaan ini kepada saya. Yap, ini dia salah satu manfaat dari the power of networking yaa. Jujur, disaat teman-teman saya sibuk melamar ke berbagai perusahaan, ikut tes dan wawancara di sana-sini, saya hanya menjadi penonton dan pemandu sorak haha.. Karena saya sendiri bingung mau memilih pekerjaan yang seperti apa dan dimana, passion yang ada dalam diri saya ini banyaaaak sekali. Kadang saya berpikir ingin menjadi seorang entrepreneur yang bergelut di bidang fashion. Tapi kemudian saya mengurungkan niat saya lagi, karena saat ini fashionpreneurship sudah menjadi suatu hal yang umum dan sudah tidak aneh lagi (banyak saingan haha..). Kemudian ketika saya mau melamar ke berbagai perusahaan, pertimbangan demi pertimbangan pun selalu menjadi penghambat saya untuk mulai mengirimkan CV. Saya takut salah dalam mengambil langkah, karena apabila suatu pekerjaan tidak dikerjakan dengan hati yang ada malah akan menjadi beban, bukan menjadi suatu kenikmatan. Untunglah Allah memberi saya kesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh, jadi saya bisa mengobati kegalauan saya akan masa depan langsung di rumah Allah hehe.. Salah satu doa yang saya panjatkan waktu itu adalah meminta agar diberi petunjuk dalam memilih pekerjaan yang baik, yang sesuai dengan passion saya yang 'sebenarnya', yang bisa memberi saya banyak pelajaran baru, dengan lingkungan yang menyenangkan, dan yang paling penting adalah tidak menggangu jadwal ibadah kepada Allah swt. 

Ternyata begitu pulang umroh, pekerjaan-pekerjaan itulah yang langsung menghampiri saya dengan sendirinya. Saya sampai bingung sendiri. Lima tawaran pekerjaan datang sekaligus padahal saya sama sekali tidak pernah mengirimkan CV, lagi-lagi faktor luck ya hehe.. Kembalilah saya bingung karena semua tawaran yang datang sangat menarik. Ya kita sebagai manusia kan hanya bisa berekspektasi ya, yang tahu mana yang baik untuk kita itu hanya Allah. Satu-satunya cara agar tidak salah melangkah adalah meminta petunjuk langsung kepada Allah, istikharah. Ternyata Allah menuntun saya untuk mengambil tawaran di perusahaan yang baru ini. Setelah saya pikir-pikir, perusahaan ini bergerak di bidang yang memang saya senangi dari kecil. Bidang yang dari dulu menjadi alasan bagi saya untuk memilih kuliah di jurusan komunikasi dan Public Relations. Insya Allah, saya juga masih bisa membagi waktu untuk fokus pada  dunia pendidikan anak-anak sambil meneruskan bisnis kecil-kecilan saya hehe.. Selain itu, perusahaan ini kan juga baru didirikan, saya bisa banyak belajar dan ikut serta membangun perusahaan ini, meskipun mungkin kontribusi saya masih sedikit ya, yang terpenting adalah belajar, belajar, dan belajar. 
Ya, apa yang saya peroleh ini kedengarannya memang biasa dan pastinya banyak orang yang mendapatkan sesuatu yang jaauuuuh lebih baik dari apa yang saya dapat, tapi rasa syukurlah yang bisa membuat sesuatu itu nampak berharga, right ? Saya selalu merasa Allah itu saaaangat baik dan permurah, nikmatnya selalu tidak bisa kita hitung. Bismillah, Insya Allah apa yang saya peroleh ini bisa menjadi langkah awal bagi saya untuk mengembangkan diri saya dan belajar lebih banyak lagi. 

Put Allah in our first priority, being grateful for every little things He gave, being nice to everyone, and the important thing is always give give and give. Believe it or not, Allah pasti akan selalu menuntun setiap langkah kita dan mempermudah segala urusan kita. 

Yes, bisa mulai nabung buat berangkat ke London ! hahaha :p

-cheers-
Dara

How I Love Children

. Monday, April 30, 2012
0 comments

"Children are the hands by which we take hold of heaven."
-Henry Ward Beecher-

I don't know what kind of magic wind which brought me this far into the world of those children. I don't get anything from them. I just want to give, give and give. Blend with them, make some jokes, laugh together, and unconsciously falling in love with them. Yes, they are so lovely and hilarious. They give me spirit, the spirit that i never found before. Their smile, their laugh, their eyes, their innocent face, their sincerity, their honesty... 


Ya, ada perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ketika kita berbaur dengan mereka, ketika kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan, ketika kita mencoba mengerti keinginan mereka, ketika kita mencoba masuk ke dalam ruang yang ada di dalam diri mereka. Ah, i really found something... Ya, ini yang saya cari. Ketika mereka memberikan karya-karya mereka kepada kami para pengajar, seperti surat, gambar-gambar lucu, kerajinan tangan hasil karya mereka dan kemudian mereka berkata "Ka, ini buat kaka, dijaga ya ka," dengan wajah dan binar mata nya yang lugu. Aah, saya benar-benar tidak bisa mengungkapkan apa yang saya rasakan ini dengan kata-kata. Anak-anak ini benar-benar membuat saya jatuh cinta. Yes, when i fall in love, though i never felt before, just like others, i'll do anything for them as long as i can, i'll make them happy happy and happy. Saya ingin mereka merasakan dunia anak yang sebenarnya, dunia anak yang menyenangkan, sama seperti dunia anak yang pernah saya rasakan sewaktu saya kecil dulu. Satu hal lagi yang membuat saya semakin bersemangat, ketika salah satu dari mereka berkata, "Ka, jangan pernah lelah mengajar kami ya, suatu hari nanti aku ingin jadi seperti kaka-kaka, doakan ya ka, amiiin..." Aah, Ya Allah, mendengar ini saya terharu. Ya, anak-anak ini punya mimpi. Mimpi yang mereka titipkan pada kami. Kami harus bisa membawa mereka meraih mimpi-mimpi itu. Kami harus bisa, harus! 
***

Kids, i don't know why, why do i have this weird feeling ? Being with them, i feel like there's lots of flowers blooming in my heart. Maybe those children are being the impingement of my feelings that i don't know to whom i should give it out, except for Allah swt, my parents, my family and my close friends? I don't know haha.. They accept our feeling without requirement. We just being us and give our biggest compassion, our biggest love.. and they give it back sincerely. Then we found the ease, the piece, and happiness. Yes, maybe in the past, i was too afraid to share my 'feelings' with other people, moreover with whom i never knew and met before. Alhamdulillah... Allah led me to meet those children. Aah, very happy! I'm sorry if i really love you kids. Because for me, there is no fear when we share our feelings with them, the little human being without sin. Love you my kids! 
***

Yeaay, can't wait for this new community, Bogor's Youth Caring Children. Will be launched very soon! For those who love children, especially care with unfortunate children, street children, and anything about children, let's join us! We have lots different and interesting programs! Hopefully, we can grow not only in regional, but also national and international. Amiiiin! :D 
"The soul is healed by being with children"
-English Proverb-

Guidance

. Friday, April 20, 2012
0 comments

In the Name of Allah, 
The Most Gracious, The Most Merciful


Human  : "Ya Allah, it is too difficult..."
Allah    : "Verily with every hardship, there is relief..." (Al-Insyirah : 6)

Human  : "No one can help me..."
Allah    : "Be patient, for your patient is with the help of Allah..." (An-Nahl : 127)

Human  : "I don't have enough sustenance..."
Allah    : "Those who believe and work righteousness, for them is forgiveness and a sustenance most   
             generous.." (Al-Hajj: 50)

Human  : "I am overwhelmed..."
Allah    : "If Allah helps you, none can overcome you.." (Ali-Imran : 60)

Human  : "I always feel ill.."
Allah    : "And we send down of the Quran as a healing and a mercy to those who believe..." (Al-Isra : 82)

Human  : "I am struggling..."
Allah    : "Allah will not burden you more than you can bear..." (Al-Baqarah : 286)

That is the guidance. Don't ever worry for anything that happen in your life. If you worry about something, ask Allah. Yes, we just need more time to ourself with Quran in our hand, tears in our eyes, and Allah in our heart. Without Qur'an, we will be lost and restless all the time. Whoever wants to communicate with Allah, read Qur'an. Because Qur'an is His kalam, all the beautiful words inside directly came from Allah through Jibril and Rasulullah saw. Qur'an is the biggest miracle for all human. There's lot of magical things that you will find from it if you dig deep wholeheartedly. Make Qur'an as your best friend which will life in your heart and light your breast, end your sorrow and release your anxiety.


Rasulullah saw said, "Read (khatam) Qur'an in a month or 3 days as the fastest." (H.R Muslim) 
So let's try to read Qur'an everyday, ONE juz each day!
I'm sure we can do it if we really want to be more closer to Allah :)



Qur'an is an immense treasure meant to guide us through darkness like the stars guide the travelers of the dessert. 
-Nourman Ali Khan-

Sekolah Bersama part 2

. Monday, April 16, 2012
1 comments

A few weeks ago, my friend, Fara Ramadina, suddenly sent me a message from blackberry messenger, she said : i'm happy heard you sharing/teaching kids, itu memang fitrahnya manusia, betapa sungguh kita tidak kehilangan apapun saat berbagi, namun justru memberikan ruang pada diri kita untuk kemudian dibagi.. Pada ruang itulah kebahagiaanmu merasuk masuk, i wish you nothing but happiness. Then she sent me once more : In sharing a greater good for a greater people, there i found my peace, in the most precious form i could never  find in doing anything else. 
Thanks Farchil buat semangat nya! Yes, i really found my happiness in here! :"D
***

Hallooo! So nano-nano today! lot of stories that i want to share..
Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 12 lebih, berarti sudah masuk ke hari Senin. Sebelum mulai membaca postingan saya hari ini mari kita doakan adik-adik yang akan menempuh Ujian Nasional hari ini, supaya mereka diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan semua soalnya hingga bisa lulus dengan nilai memuaskan, amiiiin :)
Maaf ya kalau beberapa minggu ke depan saya akan lebih banyak bercerita tentang kesibukan saya yang baru, yang mungkin jauh dari hal-hal berbau fashion atau girl thingy lainnya. Ibarat orang yang sedang jatuh cinta, pasti akan banyak menulis segala hal yang berkaitan dengan perasaan dia kepada orang yang ia cintai kan ? Begitu pula dengan saya. Saya sedang amat sangat jatuh cinta dengan anak-anak baru saya di Sekolah Bersama Yuk! Maka saya juga akan banyak menulis tentang pengalaman menarik saya dengan anak-anak disana. :D


Seperti postingan sebelumnya, saya juga pernah menceritakan tentang bagaimana sejarah awal berdirinya sekolah informal ini. Sebenarnya sekolah ini memang sudah berdiri kurang lebih sekitar satu tahun, tapi sayang sekali sempat vakum beberapa bulan karena ditinggal oleh para pengurusnya yang punya kesibukan lain. Waktu itu pengurus yang tersisa hanya tinggal beberapa orang saja. Dulu anak-anak di sekolah ini  juga diperbolehkan memakai kelas di sebuah sekolah dasar yang ada di desa tempat sebagian besar anak-anak ini tinggal, Desa Ceger namanya. Tapi karena suatu hal, mereka dilarang lagi menggunakan sekolah itu. Lalu mereka belajar dimana donk? Mereka belajar dengan memanfaatkan teras rumah salah seorang warga yang sangat baik hati di Desa itu... 

Sedih juga sih waktu pertama kali saya mengajar disana. Kalau hujan sering kecipratan air hujan, sering ada bebek dan ayam yang ikutan belajar juga hehe.. dan agak kurang kondusif juga jadinya buat belajar dengan fokus. Tapi, alhamdulillah, sekarang mulai ada beberapa volunteer dan donatur yang datang untuk ikut membangun sekolah ini sedikit demi sedikit, akhirnya kami bisa mengontrak sebuah rumah dan menjadikan rumah itu sebagai base camp kami! Walaupun rumahnya tidak begitu besar, tapi rumah itu Insya Allah bisa menjadi tempat yang layak untuk anak-anak ini belajar. Hmm, memang semenjak kedatangan beberapa volunteer dan donatur baru, ada banyak perombakan terhadap sistem hingga susunan organisasi disana. Alhamdulillah saya diberi kepercayaan untuk menjadi wakil ketua sekolah ini. Oke, bismillah, insya Allah ini bisa menjadi wadah dan kesempatan bagi saya untuk belajar banyak hal.
Nah, hari Minggu kemarin, kami para pengajar dan anak-anak bergotong royong untuk merenovasi rumah kontrakan yang baru akan kami tempati ini, supaya suasananya lebih nyaman dan menyenangkan untuk anak-anak belajar. Oiya, jadi ruangan di rumah kami ini dibagi menjadi 3 bagian, ada ruang kreasi, ruang mimpi, dan ruang belajar utama. Ruang belajar utama ini akan jadi ruang inti untuk mengajarkan berbagai macam hal pada anak-anak.

Nah, ruang selanjutnya ini adalah ruang kreasi. Jadi nanti semua hasil kreatifitas mereka, dari mulai kerajinan tangan, lukisan, origrami dan karya seni lainnya akan diletakan disini. Dan ruangan ini nantinya akan jadi ruangan untuk mereka berkarya. Oiya, kami juga punya program untuk mengajarkan mereka skill agar bisa membuat berbagai hasil kerajinan tangan yang bisa dijual nantinya, seperti pin, gantungan kunci, tas atau baju dari bahan rajutan dan masih banyak lagi. Nanti hasil penjualannya akan kami kembalikan lagi untuk mereka, entah itu untuk dana pendidikan mereka, makan, jalan-jalan atau apapun lah yang bisa membuat mereka senang. Dan mudah-mudahan skill yang kita ajarkan ini juga bisa jadi bekal buat mereka. Siapa tahu someday mereka bisa jadi pengusaha suskses, amiiiin.
Nah, yang terakhir ini adalah ruang mimpi. Ruang ini akan kami jadikan wadah bagi mereka untuk menuangkan segala mimpi mereka. Mereka boleh bermimpi sebanyak-banyaknya. Nanti ruangan ini juga akan kami jadikan sebagai ruang untuk memotivasi supaya mereka punya keyakinan bahwa mereka pasti bisa meraih mimpi-mimpi nya. Oiya, for your info, ruangan ini juga akan dihias dengan pernak-pernik yang bertemakan langit malam dan tata surya, seperti bintang, planet, bulan dan lain-lain. Intinya ruangan ini akan kami buat semenarik mungkin buat mereka.
Semua ruangan ini memang belum selesai, karena masih dalam tahap renovasi. Nanti kalau sudah rapih semua akan saya update gambar-gambarnya lagi. :)
Nah, selain merenovasi ruang belajar mereka, saya dan Ila diajak anak-anak untuk mengelilingi desa mereka. Kebetulan kami juga sudah menyusun beberapa program belajar yang menyenangkan, salah satunya adalah belajar sambil berpetualang yang nanti akan kami realisasikan dengan sebuah permainan mencari jejak untuk melatih otak kanan dan otak kiri. Jadi, ajakan mereka ini kami manfaatkan juga untuk melihat track yang nanti akan kami gunakan untuk permainan tersebut. Kami diajak untuk melihat tempat mereka biasa bermain. Mereka biasa bermain di sebuah lapangan yang cukup luas dan di sekitarnya dikelilingi pohon umbi-umbian. Sewaktu kami kesana, ada beberapa anak yang sedang bermain layangan. Huaaa, jadi inget masa kecil dulu. Waktu kecil saya juga hobi main layangan di halaman belakang rumah loh hahaha :p Jadi, setiap ada layangan yang putus dan mendarat di halaman belakang rumah, saya ambil, saya kasih benang sendiri, terus dimainin deh hahaha.. Tapi memang dasar gak bakat main layangan, jadi saya tidak pernah berhasil menerbangkan si layangan itu, jangankan menerbangkan sampai setinggi monas, setinggi atap rumah aja gak pernah. Saya hanya bisa menarik si layangan itu sambil lari-lari keliling halaman, kecil-kecil udah setres ya hahaha..


Oiya, jalan menuju tempat mereka bermain ini juga cukup terjal loh, harus mendaki gunung melewati lembah meleng sedikit bisa jatoh ke jurang (lebay dot com hehe). Ini dia jalannya, lumayan ya kalau habis hujan pasti licin banget deh jalanan ini. 

 
Mereka juga sempat mewanti-wanti kami, "Ka, hati-hati ya ini jalanannya licin takut kepeleset, naiknya pelan-pelan, sini peganangan sama kita, terus nanti kalo lewat bilang pangnumpang-numpang ya ka, bisi kesambet, banyak kuburan soalnya ka.." Kesambet itu maksudnya kemasukan roh halus. Duh, anak-anak ini, lewat kuburan malah bilang pangnumpang-numpang haha.. Akhirnya saya dan Ila memberi pemahaman kepada mereka, kalau lewat kuburan ya ucapin salam donk jangan pangnumpang-numpang. Tapi lucu juga ya, mereka menganggap kaka-kakanya ini tidak terbiasa bermain di tempat-tempat semacam ini. Padahal kakak-kakaknya ini bolang alias bocah petualang. Jalanan seperti ini sih sudah menjadi mainan saya sejak kecil. Memang dasar bandel sih saya waktu kecil dulu. Kalau lagi liburan, pagi-pagi sudah ngelayap ke komplek tetangga pakai sepeda atau jalan kaki dengan teman-teman, kemudian kami mencari tempat-tempat menarik yang bisa kami gunakan untuk berpetualang. Bahkan kebiasaan ini juga sempat terulang sampai saya SMA, karena dulu sempat ada program untuk menginap di desa selama 3 hari dan saya cukup puas berbolang ria saat itu. Oiya, bahkan beberapa tahun yang lalu, saat saya bersama beberapa teman sempat ber-traveling ria ke beberapa tempat, ya kita ber-traveling ala backpacker murah meriah. Justru itu yang seru! Makanya saat anak-anak mengajak kami mengelilingi desa mereka, saya merasa seperti dibawa flashback ke masa-masa itu dan ini benar-benar saaaaangat menyenangkan. 
Intermezo sedikit boleh ya ? hehe.. saya memang tidak seperti yang kalian bayangkan. Banyak orang yang mengira kalau saya ini jarang terkena panas matahari lah, jarang main di luar lah, ini lah itu lah. Anda salah saudara-saudara hehe.. Penampilan luar bisa menipu. Dari kecil ayah saya memang tidak pernah memanjakan saya, mungkin memang ayah saya mau membuat saya menjadi perempuan yang punya karakter, mandiri, gak manja, dan menye-menye hehe.. Bahkan sampai saya kuliah kemarin, kalau saya ketinggalan kereta AC ke kampus, ayah saya tidak mau mengantar, karena itu memang kesalahan saya, dan kemudian beliau menyuruh anak perempuan nya ini untuk naik kereta ekonomi yang penuhnya sudah seperti kaleng kornet, sendirian pula hehe.. Fyi, kereta dari Bogor ke Jakarta saat jam kerja itu manusianya paling tidak berperikemanusiaan loh, bisa jadi dendeng goreng kalau naik itu hehe.. Makanya banyak orang yang baru mengenal saya yang juga tidak percaya kalau saya bisa naik kereta semacam itu. 
Begitu pun saat saya sibuk dengan berbagai macam event di luar kampus, saya sering kali pulang ke Bogor dengan menaiki kereta terakhir. Jadi, begitu sampai di stasiun Bogor, tepat pukul 12 malam, banyak kereta yang sudah masuk dipo. So, untuk bisa mencapai gerbang depan stasiun kami harus menyebrang dengan melewati kolong-kolong kereta. Udah kayak maling ayam aja ya hehe.. Tapi kalau sudah semalam itu sih ayah saya juga gak tega, biasanya beliau menjemput saya di stasiun. Tapi bener loh, justru didikan yang seperti itu yang membuat saya bisa merasakan kondisi yang tidak nyaman. 


Oke, sekarang kita kembali ke anak-anak di Sekolah Bersama.
Selain mengajak ke tempat favorite mereka bermain, kami juga diajak melihat tempat bekas penggilingan (entah itu penggilingan apa haha..), kemudian kami juga diajak melewati jembatan yang terbuat dari bambu yang bisa digoyang-goyang (ekstrim juga mainan anak-anak ini hehe), dan mereka juga menunjukan beberapa rumah anak-anak yang ikut belajar di sekolah kami. Ini yang paling membuat terenyuh, ada beberapa rumah yang memang kondisinya sudah tidak layak huni. Ini membuat saya menarik nafas dalam-dalam dan kembali berpikir sejenak...


Memang, untuk bisa memiliki rasa empati yang tinggi mungkin harus dimulai dengan banyak belajar dari orang-orang yang kehidupannya tidak seberuntung kita. Merekalah yang bisa mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah Allah SWT beri. Mereka, dengan kehidupan yang serba pas-pasan bahkan seringkali kekurangan saja masih bisa tertawa lepas, bermain dengan ceria, semangat belajar, seakan-akan mereka hidup tanpa beban. Sedangkan kita yang berkecukupan terkadang masih banyak yang tidak bisa bersyukur, selalu mengeluh dan merasa kurang. Kita boleh melihat ke atas, tapi jadikan itu sebagai sarana untuk memotivasi diri agar bisa menjadi lebih baik, bukan untuk meratapi nasib yang tak kunjung membaik dan seberuntung mereka. 



Selain berkeliling melihat desa mereka, beberapa pengajar juga mengadakan sesi curhat dengan beberapa anak. Saya dan Ila tertarik dengan seorang anak yang sejak awal hanya diam dan duduk di mulut jendela sambil memperhatikan teman-temannya. Kata teman-temannya, namanya Adi. Karena penasaran saya dan Ila mengajak anak ini berbicara, tapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Pokoknya anak ini berbeda dengan anak-anak lain yang cenderung tidak bisa diam dan bawel-bawel hehe.. Ternyata, kata teman-temannya, anak ini sering dipukuli dan disiksa oleh ibunya. Bahkan ibunya sering kali menyuruh anak ini mencuri. Nyesss... hati saya bagai ditonjok ribuan besi baja. Pingin banget nangis rasanya. Memang terlihat dari matanya kalau anak ini seperti kehilangan sesuatu, kehilangan kasih sayang dari seorang ibu. Saya jadi teringat kisah "A Man Named Daved", salah satu novel favorite saya yang diangkat dari kisah nyata. Dave juga seorang korban child abuse, tapi mungkin Dave lebih parah keadaannya. Wallahualam juga sih. Tapi yang pasti saya sediiiih sekali melihat anak ini. Dia terlihat sangat takut dengan orang-orang di sekitarnya, mungkin juga self confidence anak ini rendah. Dan saya khawatir juga kalau anak ini jadi tidak mempunyai self esteem yang positif, sehingga bisa berpengaruh untuk masa depannya. Sewaktu kami menawarkan makanan pada anak ini, ia juga hanya bisa menggelengkan kepala dengan lamban. Sampai teman-temannya yang berteriak, "Adi, ambil aja atuh, gapapa..". Dan akhirnya kamilah yang harus meraih dan meletakan makanan itu ke tangannya. Dan sewaktu kami ajak untuk makan bersama, ia hanya menggeleng enggan dan pergi keluar dari rumah kontrakan kami tanpa alas kaki. Saat itu, barulah teman-temannya bilang kalau Adi memang jarang makan di rumah, kalau makan selalu numpang di rumah tetangga. Huaaaa, kasihan anak ini. Pingin banget rasanya meluk dia, tapi disentuh pun Ia menjauh. 


Ternyata hal ini tidak hanya terjadi pada satu anak, ada beberapa anak baru lainnya yang juga mengalami nasib serupa. Idris dan Fitri, mereka kakak beradik. Keduanya sudah tidak bersekolah. Bahkan Idris dikeluarkan dari sekolah karena tidak bisa membayar uang seragam dan buku. Ya Allah, masih ada ya kepala sekolah yang tega seperti itu !! Rasanya pingin marah banget sama orang yang tidak punya hati seperti itu. Kemalangan kakak beradik ini juga tidak berhenti sampai disini saja, mereka berdua ternyata harus mencari uang hingga larut malam. Kalau mereka tidak berhasil mendapatkan uang, maka ayah mereka tidak akan memberi mereka makan, tidak memperbolehkan mereka pulang ke rumah, bahkan tidak jarang juga mereka dipukuli. Huaaaa, semakin pingin nangis dengernya. Memang mungkin faktor ekonomi bisa membuat orang-orang bisa bertindak seenaknya ya. Padahal anak-anak itu adalah titipan Allah yang seharusnya dijaga, disayang, dirawat dan dididik dengan baik. 


Kemarin kami memang mendapatkan beberapa hal yang membuat kami merasa punya banyak 'PR'. Selain 'PR' untuk membenahi kondisi psikologis, melarang beberapa anak untuk bekerja dan memberi pemahaman dengan para orang tua anak-anak itu, kami juga memang harus membenahi hal yang seharusnya tidak terjadi lagi di sekolah ini yakni mencuri. Jadi, saat akan pulang, salah seorang pengajar ada yang kehilangan uang. Selain itu, beberapa anak juga ada yang kembali berbicara kasar. Dan akhirnya kami memutuskan, setiap anak yang berkata kasar akan kami beri hukuman. Hukumannya tentu yang mendidik dan bisa membuat mereka jera untuk berbicara kasar lagi. Tidak hanya itu, pemahaman agama, akhlak dan budi pekerti juga harus lebih banyak kami berikan kepada mereka supaya mereka bisa menjadi pribadi yang berakhlak baik ke depannya. Ya, ini adalah tantangan untuk para pengurus dan pengajar di Sekolah Bersama. Semangat teman-teman ku di Sekolah Bersama. Kita pasti bisa membuat anak-anak ini menjadi lebih baik, sesuai dengan visi misi dan semua program kita! Semangaaaat! Kalau ada kemauan pasti ada jalan, amiiiin...


"Bila seorang anak Adam wafat, maka amalnya terputus kecuali 3 hal, yaitu shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya." (Hadist Riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa'i, dan Ahmad)
"As you grow older, you will discover that you have two hands, one for helping yourself, the other for helping others." (Audrey Hepburn)
"No-one has ever become poor by giving." (Anne Frank)

Notes From Qatar Limited Edition Met Up

. Sunday, April 15, 2012
4 comments

"Sometimes people come into your life and you know right away that they are meant to be there; they serve some sort of purpose, teach you a lesson, or help you figure out who you are." (Lindsay Russo)
(image from tumblr.com)

Dalam hidup ini kita pasti selalu butuh orang lain. Entah itu untuk berbagi, bertukar pikiran atau sekedar saling mendukung satu sama lain. Karena itu, setiap orang pasti membutuhkan sahabat. Persahabatan itu terbentuk dengan sendirinya, mengalir, karena ada suatu kecocokan dan kesamaan antara dua orang atau lebih. Dan itulah yang terjadi para kami, para pemenang Notes From Qatar Limited Edition Dinner. Kami, bersepuluh, dipertemukan dalam satu tempat, hanya dalam waktu dua jam. Tapi waktu yang sangat singkat itu ternyata mampu mempersatukan kami, membuat kami menjalin suatu ikatan, yaitu persahabatan. Entah bagaimana ini dimulai, tapi yang pasti kami merasa bahwa kami telah saling mengenal lebih dari hanya sekedar dua jam...
***
Kurang lebih dua minggu yang lalu, Faris, salah seorang peserta NFQLE, mengabarkan kalau visanya untuk tinggal dan melanjutkan kuliah di Jerman sudah di approve. Jadi, akhir April ini sudah dipastikan Ia harus segera terbang ke Jerman. Karena itu, Faris mengajak kami, para peserta NFQLE, untuk bertemu lagi, sekedar reuni dan mengucapkan salam perpisahan dengan nya (dadaaah Fariiis..huhuhu..). Rencananya kami akan bertemu pada tanggal 7 atau 8 April yang lalu. Setelah mengobrol panjang lebar di Group Facebook, entah mengapa tiba-tiba yang punya hajat, si adik Faris, menghilang bagai ditelan bumi. Yasudahlah, nampaknya memang harus reschedule lagi sampai si yang punya hajat ini menampakan batang hidungnya. 

Nah, beberapa hari setelah gagalnya pertemuan kami, tiba-tiba Nhae mengabarkan kalau Faris akhirnya muncul! Alhamdulillah... Mulailah kami menentukan jadwal pertemuan. Awalnya kami memutuskan untuk bertemu di salah satu mall di Jakarta, kemudian hang out bareng entah itu makan, karaoke, atau apapun itu. Dan semuanya Faris yang menanggung, dari mulai transport sampai makan-makannya hahaha.. (Emang ini cewe-cewe gak tau diri semua ya, mentang-mentang brondong ya haha..). Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu pada hari Sabtu 14 April. Kemudian Faris dengan cantiknya berinisiatif untuk mengajak kami berkunjung ke rumah Ka Assad, agar bisa bertemu Kak Assad sekaligus dengan orang tuanya sehingga bisa mendapat banyak wejangan juga dari beliau berdua (ck, ini sih pasti cuma akal bulus nya Faris aja biar gak jadi traktir haha.. teruuuus ini anak juga ngajaknya gak kira-kira, masa mau ke rumah orang datengnya malem-malem, disangka mau numpang nginep nanti hehe..) Tadinya saya agak bingung juga kalau harus ke Bekasi, lumayan jauh dari Bogor. Apalagi itu adalah hari Sabtu, hari dimana seharusnya saya mengajar di Sekolah Bersama. Tadinya hampir berniat untuk tidak ikut. Tapi sayang juga kalau tidak jadi bertemu Faris sebelum dia ke Jerman, kalau dengan yang lain saya yakin masih bisa kapan saja. 
Nah, berhubung beberapa hari sebelum itu saya sempat melihat twitter Kak Edgar dan Kak Assad yang mengatakan kalau hari Sabtu akan ada acara book signing dan talk show Notes From Qatar 2 di Gramedia Depok, maka saya berinisiatif untuk mengajak mereka ke sana. Akhirnya, semua setuju. Good, Depok sih deket banget, wilayah jajahan semasa kuliah kemarin. Memang kalau niatnya baik untuk  bersilaturahmi pasti selalu ada jalannya ya.

Akhirnya kami memutuskan untuk menentukan tempat bertemu. Kak Siti, Shanty dan Nhae dijemput Faris di Pejaten Village. Deta langsung menyusul ke Gramedia Depok. Sedangkan saya, Helda dan Talitha langsung bertemu di Margo City. Kami sudah ada di sana sejak pukul 2 siang dan sempat melihat talkshow dari Bunda Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa. Alhamdulillah, dapat ilmu dari dua kakak beradik yang juga penulis kondang dengan bukunya yang sudah best seller dimana-mana. Nah, setelah dari Margo City, sekitar jam 3 siang, kami memutuskan untuk segera beralih ke Gramedia Depok karena rombongan Faris dan kawan-kawan juga katanya sudah sampai di sana. Tapi sebelum bertemu Faris, saya berinisiatif untuk membelikan sesuatu untuk nya, supaya bisa jadi kenang-kenangan selama dia di Jerman. Akhirnya saya dan Helda memutukan untuk memberikan adik kami ini Al-Qur'an kecil dan sebuah buku tentang Nabi Muhammad saw. Harapannya adalah supaya Faris masih bisa tetap berada di jalan yang lurus selama di Jerman nanti dan pulang ke Indonesia bisa sukses serta berkarakter seperti Nabi Muhammad saw, amiiin. Berat ya ? hahaha.. Ayo, Faris pasti bisa ! Kita kirim doa dari sini buat kamu.. :)
Oiya, Talitha juga sudah menyiapkan foto kami saat dinner, yang sudah dibingkai rapih. Alhamdulillah, ternyata berguna juga buat Faris karena bisa mengobati kegalauannya yang sedang bingung akan memajang foto siapa disana nanti hahaha.. (puk puk Faris, jangan galau ya dek :p)

Oiya, waktu sampai di Gramedia Depok, kami sempat terpisah juga dengan rombongan Faris dan kawan-kawan. Entah mereka ada dimana. Akhirnya saya, Helda dan Talitha terjebak untuk duduk anteng menyaksikan talk show, sementara yang lainnya ternyataaaa... ngumpet! 
Begitu talk show selesai, akhirnya kami bertemu dan langsung hebohlah suasana Gramedia Depok diguncang oleh kami. Ditambah lagi ada ulah Nhae yang ternyata meng-candid Kak Assad yang baru turun dari mobil, dari mulai membuka pintu mobil, keluar, sampai berjalan hahahaha.. Saya tertawa sampai sakit perut melihat ulah Nhae.
Kak Assad saat Talk Show 
Alhamdulillah bisa mendapat ilmu lagi secara langsung dari talk show Kak Assad ini. Salah satu ilmu yang melekat lagi di kepala saya yaitu tentang cara membuat networking dengan orang-orang hebat. Baiklah, saya akan share ilmu yang saya dapat di sini ya. Jadi, cara Kak Assad untuk berteman dengan orang-orang itu adalah dengan berkenalan secara langsung. Kak Assad selalu mendatangi event-event yang berhubungan dengan passion nya dan pada event itu tentu akan banyak orang professional yang datang. Maka, Kak Assad memanfaatkan moment itu untuk berkenalan, kemudian meminta contact mereka. Saat pertemuan pertama, biasanya contact yang didapat adalah e-mail. Meski hanya e-mail, cobalah kirim ucapan terima kasih dan ingatkan pada orang itu kalau beberapa waktu yang lalu sempat bertemu. Nah, cara ini bisa diulang hingga ke pertemuan berikutnya, buat supaya orang itu akhirnya aware dengan kita. Tapi ingat, jangan membuat orang-orang itu jadi merasa terganggu ya. Buat agar mereka merasa nyaman dan akhirnya mau berteman dengan kita. Wow, very good advice !

Peserta NFQLE dan Muhammad Assad
Faris Gibran - Dara Pratiwi - Deta Apritantia - Octavina Gerhana - Iis Helda - Kak Muhammad Assad - Talita Zahrah - Kak Siti Badriyah - Shanty Handayani
Sayang, Habyb dan Kiki tidak bisa ikut, jadi kami tidak lengkap bersepuluh. Insya Allah next time yaa :)
Setelah pertemuan di Gramedia, kami semua diajak dinner lagi oleh Kak Assad dan Kak Edgar. Padahal harusnya ini acaranya Faris. Ya, mungkin ini rezeki juga buat kami, terutama Faris.

Oiya, saat di perjalanan pulang, kami semua sempat memberikan wejangan-wejangan untuk Faris, saya coba rekap ulang di sini ya, khusus buat Faris nih, biar gak lupa..
1. Jangan pernah meninggalkan shalat 5 waktu, kalau bisa tambah dengan solat duha dan tahajud juga ya..
2. Jangan lupa baca Al-qur'an dan artinya, kalau bisa setiap hari dan rutin
3. Jangan makan makanan dan minuman yang haram
4. Kalau lagi galau kesepian, nulis! hehehe.. Atau contact kita aja yang always available via bbm, twitter, facebook or anything else. And remember, kamu gak akan pernah sendirian Faris, ada Allah yang selalu menemani dimana pun dan kapan pun.
5. Sibukan diri dengan ikut organisasi yang bermanfaat
6. Kembangkan diri seluas mungkin, contoh juga cara Sandhi Sandoro waktu di Jerman dulu 
7. Hati-hati dengan pergaulan di sana, jangan sampai terjerumus ke arah yang salah
8. Hati-hati juga dengan perempuan-perempuannya ya, godaannya dasyat loh itu hehe
9. Banyak berteman dengan orang-orang yang mengajak ke arah positif
10. Pulang ke Indonesia nanti harus menghasilkan sesuatu dan jadi orang yang bermanfaat untuk bangsa dan agama ya, amiiin
11. Ada yang kurangkah ? tolong ditambah kalau ada yang kurang hehe..
See you next time Faris! Kalau kami ada rezeki dan bisa main ke Jerman, tolong jadi guide yang baik ya hehe..

Alhamdulillah, senang rasanya bisa bersahabat dengan teman-teman NFQLE ini. Kami punya banyak kesamaan, sama-sama bergerak ke arah yang positif, saling mendukung, dan punya visi misi yang sama untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang.


"But friendship is precious, not only in the shade, but in the sunshine of life, and thanks to a benevolent arrangement the greater part of life is sunshine." (Thomas Jefferson) 

-cheers-
Dara